Memahami Arti dan Istilah Pada Lensa Kamera

Artikel berikut akan mencoba mengulas dan memahami arti dan istilah pada lensa DSLR Nikon, Canon ataupun merek lainnya. Jika Anda yang baru belajar fotografi pasti sedikit aneh mendengar istilah umum pada fotografi misalnya zoom, fix, wide, tele. Bahkan terkadang banyak yang menganggap zoom dan tele itu sama :) .

Istilah Lensa Kamera DSLR

Lewat artikel Memahami Arti dan Istilah Pada Lensa Kamera ini kami berusaha menjelaskan apa saja spesifikasi yang bisa ada di lensa, beserta kegunaannya. Tiap produsen lensa menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk mengatakan hal yang sama. Jadi kalaupun kita sudah paham arti istilah-istilah lensa Nikon ataupun Canon misalnya, kita tetap akan kebingungan melihat istilah lensa-lensa Sigma!

Sayangnya kami belum hafal istilah yang digunakan masing-masing produsen lensa untuk menamai lensa mereka, jadi mungkin jika Anda berkenan bisa menambahkan beberapa istilah pada lensa yang lainnya.

Penulis sendiri hanya sedikit paham pada istilah lensa Nikon dan Canon, untuk produsen merek lainnya sangat minim karena tidak memilikinya dan juga belum pernah pakai. Apalagi istilah pada kamera Leyca heuheu nunggu warisan saja kalau ini :) . Ok mulai ke topik memahami istilah pada lensa.

Focal Lenght atau Jarak Titik Focus Lensa

Ok kita mulai dari istilah focal lenght. Istilah Fix, zoom, tele, wide, itu menandakan Focal Length atau FL lensa. Secara arti Focal Length memiliki definisi secara teknis yaitu jarak titik api lensa ke sensor. Secara gampangnya focal length adalah jarak antara lensa dan bidang focal (sensor di kamera digital atau film di kamera lama) dimana foto anda terbentuk.

FL atau Focal Length ditampilkan dalam satuan mm (milimiter) dan dalam fotografi diberi lambang f. Focal length menentukan seberapa lebar sudut pandang lensa. Semakin pendek panjang focal, makin lebar sapuan pandangan. Makin panjang focal length, makin sempit sapuannya.

Lensa dengan focal length pendek dalam dunia fotografi biasanya disebut lensa wide angle, biasa ditandai dengan angka kecil misalnya 10mm dsb. Lensa dengan focal length panjang bisanya disebut sebagai lensa tele, misal 200-400mm, 600mm, dsb. Istilah lensa fix sendiri adalah lensa dengan focal lenght tetap atau single ataupun tunggal. Misal lensa 50mm, 24mm, 85mm, 105mm, dsb.

Sedangkan untuk lensa medium adalah lensa yang biasanya memiliki range focal lenght antara 35mm dan 85mm, misalnya 17-55mm. Nah pernah denger istilah lensa sapu jagat ? lensa saput sendiri adalah lensa yang memiliki focal lenght dari wide sampai tele. Sebagai contoh lensa saput jagat adalah lensa 18-200, 28-300 dsb.

Batas wide dan tele setiap orang memang beda-beda, untuk itu lensa kit sebut saja lensa 18-105mm, 24-120mm atau 18-135 bisa juga disebut sebagai lensa saput jagat. Yang penting dari lensa saput jagat itu sendiri adalah dengan satu lensa saja kita sudah mendapatkan FL dekat dan jauh dimana tanpa perlu mengganti lensa.

Salah satu faktor dalam pemilihan FL/focal lenght lensa adalah jarak kerja atau luas ruangan, alias outdoor atau indoor. Saat memotret di ruangan, khususnya yg sempit, lensa tele ketemu batunya. Punggung mepet tembok, model cuma kepotret kepala doang :) . Padahal lensa tele jadi jagoan saat motret model di taman/outdoor

Aperture atau Diafragma

Setelah mengenal apa itu focal lenght mari kita bergeser dengan istilah Aperture atau Diafragma pada lensa kamera. Diafragma ditampilkan dengan tanda F/..(angka). Misal f/2.8, f/5.6, f/22. Angka diafragma menandakan seberapa lebar bukaannya. Makin kecil angkanya, makin lebar bukaannya.
Yang jelas lebarnya bukaan ini menentukan jumlah cahaya yang bisa ditangkap sensor. Bayangkan saja jendela lebar vs sempit. Lensa dengan bukaan lebar misal f/2.8 biasanya lebih mahal harganya ketimbang lensa dengan lebar f/3.5.

Sebagai contoh, lensa kit/standar DSLR yang biasanya mempunyai spek 18-55mm, f/3.5 – 5.6. Spek ini berarti, lensa tersebut mempunyai rentang FL antara 18mm hingga 55mm. Di FL 18mm, lensa tersebut mempunyai aperture maksimal f/3.5, sedangkan di FL 55mm lensa tersebut mempunyai aperture maksimal f/5.6.

Jika suatu lensa zoom hanya mempunyai satu angka aperture yang dituliskan, berarti lensa zoom tersebut mempunyai aperture maksimal yang sama, terlepas dari FL yang digunakan. Misalnya saja lensa 17-50mm f/2.8, maka lensa tersebut bisa dibuka maksimal hingga f/2.8, dari FL paling wide (17mm) hingga paling tele (55mm) sudah tentu lebih mahal sekale :) .

Untuk lebih detailnya apa itu bukaan/diafragma/apperture silahkan dibaca artikel fotografi tentang Memahami Definisi Aperture Secara Detail.

VR/IS (Vibration Reduction/Image stabilization)

VR pada Nikon dan IS pada Canon adalah suatu teknologi stabilizer pada lensa untuk meminimalisir getaran tangan saat memotret pada kecepatan rendah. Dengan memakai lensa VR/IS kemungkinan gambar blur dapat dihindari karena elemen VR/IS akan mengkompensasi getaran, konon kemampuannya hingga 3-4 stop.

Vibration Reduction atau Image stabilization kalau diartikan secara umum adalah sokbrekernya kamera. Seperti pada kendaraan, sokbreker berfungsi untuk peredam efek getaran. Begitu juga IS/VR pada kamera. Fitur VR/IS ini sangat membantu. Mau lensa wide (18mm di lenskit) atau tele (200mm di 70-200), berguna juga.

Kalau ada pertanyaan pilih lensa dengan fitur VR/IS atau lensa dengan bukaan lebar Misal 70-200/4 IS atau 70-200/2.8 ? jawabannya tergantung kebutuhannya ingin digunakan untuk memotret apaan. Lensa dengan bukaan lebar (f/2.8) efeknya shutter speed bisa tinggi misal 1/500″. Sedangkan di f/4 speed harus lebih rendah 1/250″.

Kalau Anda ingin memotret action atau objek dengan gerakan cepat pilih 70-200 f2.8. Sedangkan 70-200 f/4 IS adalah lensa yang bisa digunakan jika kondisi low light tapi non action. Mekanisme Vibration Reduction atau Image stabilization ini disebut dengan IS (Canon), VR (Nikon), VC (Tamron), OS (Sigma), OSS (Sony E), dsb.

Lensa Mahal dan Lensa Murah

Lensa mahal biasanya memiliki bukaan lebar, dan memiliki tingkat kesulitan desain optik untuk mendapatkan ketajaman foto saat menggunakan bukaan lebar. Lensa mahal biasanya terbuat dari bahan yang kokoh, full metal. Sudah tentu bakalan lumayan berat.

Seperti titel sekolah, lensa mahal memiliki beberapa titel sebagai fiturnya. Misalkan saja VR, ED, Nano coating, SWM, IF, dll. Auto fokus pada lensa mahal sudah tentu lebih cepat dan silent alias gak berisik saat fokus bekerja.

Masih banyak istilah-istilah lensa kamera lain yang mengacu ke berbagai macam hal. Silakan periksa website masing-masing produsen untuk melihat daftarnya. Atau jika berkenan kirim artikel fotografi Anda soal itu ke kami sebagai tambahan artikel tentang Memahami Arti dan Istilah Pada Lensa Kamera.

 

Sumber

Leave a comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s