Cara Memotret Light Trail

Memotret Light Trail merupakan salah satu jenis foto yang banyak diminati banyak orang, bahkan seseorang yang sedang memulai fotografi pasti bertanya-tanya bagaimana merekam untaian warna-warni lampu tersebut. Memotret Light trail juga menjadi populer di banyak kalangan fotografer, dan bisa menjadi bahan belajar fotografi, terutama bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kamera mereka menggunakan mode pemotretanManual serta bereksperimen menggunakan Long Exposure di kondisi Low Light atau rendah cahaya.

No NFL in LA

PERALATAN APA AJA SIH YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMOTRET LIGHT TRAIL?

Tidak ada tipe kamera atau perangkat fotografi tertentu untuk mengambil foto Light Trail, tetapi setidaknya Sobat harus memiliki sebuah kamera yang memungkinkan kalian untuk mengatur Exposure. Sobat harus bisa memilih Shutter Speed lambat. Hal ini berarti Sobat membutuhkan kamera yang memiliki kemampuan untuk memotret menggunakan mode Manual atau mode Shutter Priority.

Memotret menggunakan tangan kosong pasti akan terasa sedikit susah untuk menghindari camera shake, untuk itu Sobat pasti membutuhkan sebuah Tripod untuk memotret menggunakan Shutter Speed lambat.

Perangkat fotografi lain yang bisa menjadi pilihan untuk digunakan adalah Lens Hood. Lens Hood berguna untuk menghindari flare yang diakibatkan oleh cahaya disekitar kita. Kabel Remote Shutter Release atau Wireless Remote Controll juga akan sangat membantu menghindari kamera shake. Setelah semua sudah siap tinggal melengkapi diri kita dengan kesabaran serta baju hangat.

PRINSIP MEMOTRET LIGHT TRAIL:

Prinsip dasar dalam memotret Light Trail sederhana, Sobat tinggal menemukan tempat atau lokasi dimana kalian bisa melihat lampu-lampu kendaraan berlalu-lalang, pasang kamera serta tripod, atur kamera ke pengaturan shutter speed lambat, dan ambil gambar kendaraan atau mobil untuk membuat Light Trail yang indah. Aplikasi memang tidak semudah apa yang kami tulis, tapi yang pasti adalah Penggunaan Shutter Speed lambat memungkinkan kita untuk merekam jejak cahaya yang ditinggalkan oleh kendaraan.
Thunder God
Tulisan ini hanya tips bagaimana menghasilkan foto Light Trails, pada prakteknya Sobat butuh untuk bereksperimen secara terus menerus. Kita memotret di era digital dimana kemudahan aktifitas fotografi telah memanjakan kita, banyak-banyak lah memotret light trail dan review hasil foto-foto tersebut baik menggunakan LCD di kamera atau pada PC Desktop.

SAAT PEMOTRETAN LIGHT TRAIL:

Memotret Light Trail bukanlah satu hal yang sulit untuk dilakukan, Sobat cukup menemukan tempat atau jalan yang dilewati oleh kendaraan di senja atau malam hari. Pertibangkan timing serta framing foto kalian untuk menghasilkan foto yang bisa menarik perhatian. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kalian lakukan:
  • Timing – Kebanyakan foto-foto Light Trail diambil di malam hari, tetapi waktu lain yang menarik untuk memotret Light Trail adalah pada saat senja, tepat sebelum dan sesudah matahari terbenam. Senja hari tidak hanya menawarkan  cahaya kendaraan, tetapi juga ambient light atau cahaya hangat berwarna oranye kemerahan yang bisa mendramatisir hasil foto-foto Light Trail kalian.
  • Prespektif – Memotretlah dengan menggunakan prespektif yang sedikit kreatif, memetret dengan angle rendah atau mencari tempat tinggi dan memotret ke arah bawah bisa menciptakan angle yang tidak biasa.
  • Lokasi – memang lokasi yang tepat adalah di dekat atau pinggir jalan, tapi cobalah melihat lingkungan sekitar cari apa yang bisa menarik perhatian, seperti gedung yang masih masih nyala lampunya sementara yang lain sudah gelap, atau bundaran dimana light trail bisa membentuk lingkaran dan lain-lain.
  • Framing – Komposisi dasar fotografi bisa diaplikasikan dalam memotret light trails, foto atau gambar memerlukan sebuah Point of Interest. Rule of Thirds bisa efektif diaplikasikan, arahkan mata di dalam gambar menggunakan garis.

PENGATURAN KAMERA:

Biasanya Memotret Light Trail bisa dilakukan dengan Shutter Speed antara 10 sampai 20 detik, karena dengan bentangan waktu itu akan memberi waktu bagi kendaraan memenuhi frame kita, dan gunakan Aperture di diatas f/8.
Pengaturan diatas bisa Sobat coba sebagai pengaturan awal dan ambil beberapa foto untuk pengujian, dan lihat bagaimana Exposure yang dihasilkan. Apakah foto yang dihasilkan Underexposure atau Overexposure dan apakah Shutter Speed yang digunakan cukup bagi kendaraan untuk mengisi frame.
St Paul's Cathedral colour stream

 

Jika foto kalian overexposed, maka perkecil Aperture kalian dengan memperbesar bilangan F Stop, atau jika foto kalian terasa underexposed maka perbesar Aperture dengan memperkecil bilangan F Stop. Jika Sobat ingin cahaya kendaraan menginggalkan jejak lebih jauh di dalam frama, maka gunakan shutter speed yang lebih lama, dan begitu juga kebalikannya.
Harap diingat bahwa Aperture berdampak pada Depth of Field atau Ruang Tajam, jika Sobat butuh untuk menggunakan Aperture lebih lebar berarti kalian mengurangi Ruang Tajam dan membuat elemen-elemen foto lebih banyak yang kurang fokus.
  • Histogram – Sumber cahaya di sekeliling kalian bisa mengakibatkan foto kalian menjadi wash out atau terlalu terang. Sumber cahaya itu bisa berasal dari lampu kota, lampu sorot gedung dan lain-lain. Cahaya yang terlampau terang bisa manjadi distraction bagi foto kalian dan membuat mata penikmat foto teralih menuju cahaya tersebut. Salah satu cara untuk memeriksa apakah foto kalian overexposed adalah menggunakan Histogram, jika ada area di dalam foto yang terlampau terang maka kalian akan mendapati grafik Histogram yang cenderung tinggi.
  • Gunakan ISO rendah – menggunakan ISO rendah akan memberikan noise yang minimal pada foto kalian.
  • Gunakan Format RAW – Format ini memungkinkan kalian memiliki keleluasaan ketika paska pemotretan, terutama pada editing white balance. kenapa white balance? karena seperti kita ketahui memotret kota dimalam hari akan ada banyak cahaya berbeda di yang dominan.
  • Manual Focus – pada kondisi rendah cahaya pasti akan terasa sulit menemukan fokus. Gunakan manual fokus dan pastikan Sobat fokuskan pada bagian gambar yang kuat secara visual

MENGGUNAKAN MODE BULB

Kamera digital saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan fitur BULB. Mode ini memungkinkan seorang fotografer untuk tetap membuka shutter selama yang dia inginkan. Fitur ini bisa sangat membantu pada pemotretan menggunakan long exposure. Gunakan  Remote Shutter Release jika Sobat ingin menggunakan fitur ini. Baca kembali buku manual kamera kalian untuk mencari tahu bagaimana menggunakan fitur ini pada kamera kalian

Leave a comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s