Tips dan Cara Memotret Bulan Purnama dan Supermoon

Rasanya indah sekali memandang ke atas langit pada malam hari saat bulan purnama. Selain malam purnama, bulan juga dapat terlihat lebih besar saat terjadi fenomena Supermoon dimana posisi bulan sedang berada dalam posisi terdekat dengan bumi. Jika dijabarkan akan sangat panjang sekali, dan kita tidak akan melakukan studi tersebut melainkan untuk belajar cara memotret bulan. Tidak mudah untuk melakukannya, ada banyak sekali hal-hal yang patut diperhatikan baik itu dari segi teknik maupun peralatan pendukung. Seorang fotografer profesional bernama Jason Mrachina pernah mengatakan bahwa mengambil gambar bulan khususnya pada kondisi purnama maupun Supermoon lebih mirip memotret bola lampu di sebuah ruangan yang amat gelap. Dalam artikel ini akan disampaikan tentang beberapa tips dan cara memotret bulan. Untuk yang pertama tentunya Anda harus mempersiapkan kamera sebagai alat memotret. Dalam hal ini mungkin kamera terbaik adalah DSLR, apapun mereknya dan apapun serinya. Namun bukan berarti kamera jenis lain akan menghasilkan gambar buruk. Kamera Mirrorles, Prosumer maupun SLT juga bagus karena mempunyai pengaturan manual untuk penyesuaian. Sayangnya untuk perangkat lensa, harus dikatakan bahwa lensa Tele jauh lebih bagus dan unggul segalanya dalam mengambil gambar bulan. Bisa pula menggunakan lensa kit biasa, namun kurang maksimal dan bulan akan tetap terlihat kecil. Bagaimana pun juga, sebesa-besarnya bulan yang nampak tetap terlihat jauh jika kita melihat dengan lensa kit biasa. Rekomendasi penggunaan lensa Tele, cukup dengan Tele dengan focal length maksimal 200mm. Jadi tidak perlu harus menggunakan lensa Tele terpanjang kecuali memang sudah ada. Namun jika belum memiliki lensa Tele, satu-satunya cara adalah dengan meng-crop foto agar bulan terlihat lebih besar. Beberapa orang memang ada yang memilih menggunakan Teleconverter sebagai perbesaran, namun sayang harganya cukup mahal dan hampir sama dengan lensa Tele kualitas standar. Peralatan pendukung lain bisa menggunakan tripod atau penyangga kamera untuk meminimalisir getaran yang berresiko membuat foto kabur. Meskipun menggunakan tripod, fitur stabilizer juga sebaiknya tetap stay on agar lebih maksimal. Flash eksternal adalah alat yang tidak berguna dalam aktivitas ini apalagi flash internal. Cahayanya tidak akan mampu sampai ke luar angkasa dan jika tetap digunakan maka gambar bulan malah tidak akan terlihat. Alat tersebut sekiranya sangat cukup, namun bisa ditambahkan alat lain seperti Remote Release dan lain-lain. Sisanya tinggal Anda yang harus mengutak-atik pengaturan shoot. Lalu kapan waktu yang tepat dalam mengambil gambar bulan purnama atau Supermoon? Jika memungkinkan sebenarnya waktu terbaik adalah kala senja yakni tidak lama setelah matahari terbenam, karena saat itu masih ada sisa langit yang terlihat sehingga dapat menambah dramatisasi serta keunikan foto. Namun jika memotret pada waktu lebih malam juga bisa menghasilkan foto bagus. Nah, setelah membahas mengenai alat dan waktu, cara memotret bulan yang baik tentunya dengan teknik dan pengaturan tepat. Langsung saja jangan gunakan mode Auto karena pasti flash akan otomatis menyala. Anda bisa menggunakan mode Manual atau Shutter Priority. Sedangkan untuk fokus lensa, bisa menggunakan manual fokus, namun jika masih kesulitan tetap bisa menggunakan autofocus. Atur metering pada opsi Spot jika ingin mengisolasi obyek bulan terhadap background langit yang gelap. Namun jika ingin memadukan bulan dengan pemandangan atau landscape bisa gunakan matrix metering. Angka-angka yang diatur apabila menggunakan mode Manual, Shutter Speed usahakan diatur lebih cepat, kira-kira diatas angka 1/100 sampai 1/200. Diafragma tentu harus kecil agar gambar bulan terlihat jelas. Ingat, ini bukan foto manusia dengan gaya portrait meskipun fokus utamanya hanya satu. Mungkin angka teraman dari aperture adalah f/8 sampai f/11 dan kepekaan cahaya ISO cukup dengan angka 100 sampai 400 saja. Setelah diatur demikian, tekan tombol Shutter dan lihat hasilnya. Mengambil gambar bulan tidak harus selalu dengan subjek bulan saja, Anda bisa melakukan kreativitas dengan memadukan unsur dan benda-benda sekitarnya seperti bangunan kota yang tinggi menjulang, sebuah pohon yang besar, pantai, tiang listrik dan lain-lain. Bedanya, jika memadukan dengan lingkungan, Anda harus mengatur ISO lebih tinggi, aperture lebih besar dan juga Shutter Speed lebih rendah. Akan lebih bagus lagi jika langit-langit disekitar bulan dapat terlihat jelas. Jika masih belum memuaskan Anda bisa mengubah setting-an hingga benar-benar sesuai keinginan Anda. Untuk yang terakhir, tidak ada salahnya jika Anda mengolah foto yang sudah jadi dengan software editing.

Leave a comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s