Teori Elastisitas Jomblo

Menlanjutkan pelajaran kemarin tentang Demand dan Supply dalam Percintaan, sekarang kita bakal bahas sesuatu yang sedikit lebih rumit nih. Kita bakal ngebahas tentang elastisitas jomblo. Nah kalo di teori ekonomi, elastisitas demand/supply itu adalah seberapa besar perubahan kuantitas yang di demand/supply apabila terjadi perubahan harga.

Nah kalo di dunia percintaan, ya gak beda-beda jauh lah. Langsung aja yuk kita bahas.

Elastisitas

Kalo disini, menurut MBDC elastisitas seorang jomblo adalah seberapa besar perubahan jumlah orang-orang yang dia mau pacarin kalo misalnya nilainya dia berubah.

Biar gampang, liat kurva ama contoh kasusnya aja nih.

Kemaren Dodi sama Natasha udah cukup kita pergunjingkan, jadi sekarang kita pake contoh baru yaitu Sinta sama Didit.

Nah karena satu dan lain hal, Sinta dan Didit mengalami kenaikan nilai. Mungkin mereka baru menang undian 1 M, atau menjadi tambah kece karena disulap sama klinik T*** F***. Nilai mereka naik dari P1 ke P2. Terus gimana mereka menyikapi perubahan nilai tersebut ?

Sinta merasa kenaikan nilai ini adalah sebuah prestasi luar biasa bagi dia. Harga diri dan martabatnya di masyarakat langsung melonjak tinggi. Nah karena itu, jumlah orang yang menurut dia pantas buat jadi pacarnya dia langsung menurut drastis, dari Qs1 jadi Qs2. Dia langsung jual mahal gitu istilahnya.

Sementara Didit, dia anaknya santai-santai aja. Biarpun nilainya naik, dia tetap bersahaja seperti ajaran Keluarga Cemara. Dia ngerasa kalo kenaikan nilai ini bukan apa-apa, dan bukan alasan untuk sombong. Makanya jumlah penurunan Qd pun cuma sedikit dibandingkan sama Qs punya si Sinta.

Karena perubahan si Sinta lebih gede daripada Didit, bisa dibilang kalo Sinta lebih “elastis” daripada didit.

Oke lanjut ya. Dari elastisitas ini, kita bisa mengidentifikasikan 2 macam jomblo yang ekstrim nih. Yaitu Jomblo Elastis Sempurna, dan Jomblo Inelastis Sempurna.

Jomblo Elastis Sempurna 

Jenis yang ini, adalah jomblo yang dengan nilai yang sama, dia mau menerima siapa pun. Istilahnya ya mure gitu deh.

Biar lebih jelas, kita liat kurvanya nih.

Misalnya si orang ini nilanya P*, tapi dengan nilai segitu, dia mau sama siapa aja. Ini nih yang mure sejati gitu orangnya. Ditembak siapa aja pasti nerima.

Jomblo Inelastis Sempurna

Kebalikan dari si Elastis Sempurna, berapapun nilainya dia, dia cuma mau sama segelintir orang. Atau  mungkin hanya sama 1 orang. Ini bisa disebut jual mahal. Atau mentok.

Kurvanya kayak gini nih.

Itu gambarnya maksudnya, mau nilai dia rendah di P1 atau udah naek tinggi ke P2, dia maunya cuma sama Q*. Mungkin dia udah lama naksir sama Q* tapi sampe sekarang belom dapet-dapet jadinya mentok gitu. Ato mungkin Q* itu mantannya dan belom bisa move on. Ya kurang lebih kayak gitu deh.

Nah.. Sekian dulu pelajaran hari ini. Semoga bisa menambah wawasan kamu. Seperti biasa kalo kamu punya pertanyaan, kritik, masukan atau bantahan yang konkrit (inget, yang kongkrit) mengenai teori ini, isi comment!


Sumber

Leave a comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s