Menggunakan Focal Point Dalam Fotografi

Bagi Sobat yang baru menekuni dunia fotografi, pada saat kalian memotret dengan digital kamera cobalah sesekali berhenti dan tanyakan ini pada diri sendiri : “Apa yang menjadi Focal Point dari foto itu?” Mungkin beberapa fotografer pemula lain pernah mengajukan pertanyaan serupa seperti: Apa yang menjadi Point-of-Interest? Apa yang akan menarik perhatian orang dari foto ini? apa elemen foto yang menonjol dari yang lain? Apa subyek foto Saya?
ODC Focal Point


Alasan kenapa Focal Point menjadi suatu pertimbangan yang penting adalah, ketika Sobat melihat sebuah foto atau gambar, mata secara naluriah akan mencari sebuah “tempat tujuan” atau sesuatu yang menarik perhatian untuk dipandang. Tanpa Focal Point orang akan dengan mudahnya mengabaikan foto Kalian dan berpindah ke foto-foto yang lain. Setelah Sobat menentukan sebuah Point-of-Interest atau Focal-Point kemudian tanyakan pada diri sendiri bagaimana dapat menonjolkannya.

Teknik menonjolkan Focal Point dari sebuah gambar

Sebuah Focal Point atau titik fokus bisa berupa apa saja bagi seseorang, bagi sebuah bangunan, gunung, bunga, dan lain-lain. Semakin menarik sebuah Focal Point itu lebih baik, tetapi ada hal-hal lain yang bisa Sobat lakukan untuk memperkuat Focal Point, antara lain:
Focal Point
  • Posisi – Tempatkan pada posisi terdepan, dan rule-of-third bisa menjadi ide yang baik untuk memotretnya.
  • Fokus – Pelajari Depth-of-Field atau DoF untuk mengaburkan elemen-elemen lain di depan atau dibelakang subyek foto.
  • Blur – Jika ingin sekali sedikit “Tricky” coba bermain dengan menggunakan shutter speed lambat pada saat subyek utama Anda dalam keadaan diam dan obyek di sekelilingnya bergerak.
  • Ukuran – Membuat Focal Point tampak besar bukan satu-satunya cara agar tampak dominan, tetapi bisa menjadi cara efektif yang sangat membantu
  • Warna – Penggunaan kontras warna bisa jadi sebuah cara memberikan bagian Point-of-Interest dan memisahkan subyek dengan sekelilingnya.
  • Bentuk – Penggunaan kontras pada bentuk serta tekstur bisa membuat sebuah subyek terlihat berbeda dengan yang lain, terutama pola yang berulang di sekeliling subyek.

Perhatikan bahwa kombinasi elemen-elemen diatas bisa digabungkan secara bersamaan. Jangan membingungkan penikmat foto ketika mereka salah melihat Point-of-Interest dari foto kalian. Point-of-Interest kedua bisa juga sangat membantu memandu mata ke Focal-Point yang lebih kuat, tetapi jika Point of Interest kedua lebih kuat akan menjadikan penikmat foto menjadi bingung serta perhatian terpecah.

 

Sumber

Leave a comment

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s